2022 Bagiku..

Sedih.

...

Jujur aja saat ini aku belum dapat pekerjaan setelah terakhir tahun 2021 februari bekerja sebagai intern di salah satu BUMN di Jakarta.

Aku pesimis banget. Gatau lagi apa cita-citaku saat ini. Seperti ga ada harapan buat kedepannya. Aku cuma ngikutin alur hidupku apa adanya tanpa mengejar sesuatu.

Aku tau aku harus terus berpikir positif dan optimis. Tapi aku merasa ada yang mengganjal saat aku mencari pekerjaan aku benar-benar was-was sama diriku yang kurang kompeten dan kurang pengalaman ini. Aku tidak pintar, mudah gugup dan tidak pandai berbicara memperburuk keadaanku. Saat mereka mengetes diriku dengan pertanyaan di interview mereka pasti tau aku tidak cukup layak hingga seringkali aku tidak lolos meskipun sudah interview tahap akhir.

Aku seringkali menyesal. Aku pernah dulu saat bertukar komentar soal story Ig Kating SMA ku yang cantik. Aku benar-benar gembira, senang sekali karena tidak menyangka akan ditawari pekerjaan olehnya, kemudian kami berlanjut di wa. Sekian lama melamar pekerjaan diperusahaan besar ataupun kecil dan tidak ada hasil, aku merasa takjub katingku rupanya sangat baik membantuku dengan menginfokan loker di perusahaannya untuk ku apply dan bekerja dengannya dibawah posisi marketing. Kemudian tiba waktunya hari interview, aku yang gugup karena di interview HR dan katingku sendiri, nyatanya langsung diterima saat itu juga olehnya dan diperbolehkan mengikuti masa penyesuaian dimulai pada hari itu juga sampai bisa resmi bekerja di awal bulan depannya karena peraturan kantor yang demikian demi mempermudah sistem penggajian karyawan.

Jika dulu aku tidak malas dan berani, mungkin walaupun terik dan banyak truk di tanjung priuk, bahkan tidak ada motor untuk kupakai PP pribadi, tidak punya sim, juga gaji hanya 1,5juta sebulan tidak ada uang makan, dan harus melewati masa magang 2 minggu tanpa upah. Seharusnya ku ambil. Ini akan terbaca sangat pesimis, konyol, dan bodoh tapi aku amat sangat menyesalinya. Katingku sudah baik hati  sekali menawarkan dan langsung menerimaku begitu interview hari pertama meskipun aku datang terlambat dari waktu yang ditentukan- (Namanya kak Revy, kak revy kalau kakak baca ini aku minta maaf ya kak tapi aku akan terus doain kesuksesan kakak yang udah pernah baik sama aku, gabakal aku lupain selamanya). -Tapi malamnya aku malah menolaknya karena bingung dengan jarak dari bekasi ke tanjung priuk dan motor ibuku saat itu adalah motor yang susah di engkol maupun di starter sehingga aku tidak berani mengambil kesempatan ini karena tidak ada uang untuk memesan ojek online, ataupun naik angkutan umum karena daerah rumah tidak terjangkau transportasi umum.


"Aku kecewa dengan diriku."


Kecewa betapa payahnya diriku yang enggan mengambil risiko. Kecewa dengan diriku yang selalu memikirkan kelemahan dibandingkan kelebihanku.

Namun sekalipun kecewa, aku menyadari hal-hal tersebut mungkin bukanlah jalan takdirku. Untuk itu aku ingin mencoba lagi, mencoba lagi dengan gayaku. Dengan caraku untuk bersinar. Cara yang kupilih untuk hidupku. Bukan untuk bisa mewujudkan impianku karena aku masih mengawang-ngawang bagaimana kedepannya nanti dan apa yang ku mau dengan jelas. Aku belum memiliki kepastian tentang impianku. Tapi satu yang pasti, aku tidak ingin merugikan orang-orang. Tidak ingin menyusahkan siapapun. Tidak ingin dianggap beban. Aku ingin bisa hidup di kakiku sendiri. Apakah aku bisa mewujudkannya pun masih terus jadi pertanyaan dibenakku. Apakah benar aku tidak menyusahkan orang lain pun sepertinya mustahil karena sifatku yang selalu ingin bermanja ria dengan keluarga yang kusayangi.

Aku tidak tau..

Aku juga membanding-bandingkan diri ku dengan orang-orang yang tidak kukenal, dengan siapapun itu, dengan teman-temanku, juga dengan keluargaku. Aku merasa kurang dalam banyak hal. Aneh ya? Padahal aku ga boleh begitu. Saat ini sehat pun adalah sebuah berkah yang tak terkira karena aku tau sakit itu gaenak.

Buat temen-temen yang lagi ngerasa down juga maaf ya kalau ini tidak menghibur. Tapi mari saling menguatkan supaya kita bisa tetap bertahan ditengah kerasnya hidup ini.


Masa ini bagiku adalah "Life Quarter Crisis" versiku.


Gimana dengan kalian? Mari kita sharing-sharing bersama ya kalo mampir jangan lupa komen sekedar tinggalin jejak ngumpul dan sharing bentar sama aku.

Terakhir.. semangat! ga harus semangat detik ini, take care of yourself, ambil jeda untuk bisa kembali semangat diwaktu yang tepat terutama saat kalian siap.


Terima kasih sudah membaca :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Ngejar-ngejar PTN Si Anak IPA Otak IPS

Pekerjaan